Jauh sebelum hari ini, aku mengenali diriku sebatas penikmat penat.
Menelantrakan harapan, membiarkannya menggelandang dari malam
ke malam, lewati siang lalu terpuruk lagi di tepian petang.
Aku hanya sebatas itu.
Lalu, aku mengenalmu, meski sebatas kata.
Aku mengenalmu dari sebuah ketakjuban seorang permpuan,
Aku mengenalmu dari apa yang tak terbahasakan.
Aku memanggilmu, engkau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar