Ma..,
aku tau engkau sudah mulai khawatir denganku. Di usiaku yang kini memasuki 26
tahun, di saat teman-teman sebayaku sudah menggendong bayinya, aku masih betah
melajang. Aku tahu engkau sudah tak sabar menggelar hajatan pernikahanku,
akupun sebenarnya sudah ingin sekali membawa seorang pria yang kelak menjadi
imamku ke hadapan Mama dan Papa. Tapi tidak sekarang Ma. Sabar sebentar ya Ma.,
secepatnya aku pasti akan membawa seorang pria pilihan hatiku untuk meminta
restu Mama dan Papa.
Doakan aku ya Ma., agar semua yang aku jalani saat
ini, mendekatkan aku dengan sang tambatan hati yang kelak membimbingku hingga
ke surga nanti.
Mama
tak perlu khawatir seperti tetangga sebelah yang mengatakan bahwa aku akan
menjadi perawan tua. In fact, aku
masih tergolong muda kan Ma? Masih
banyak hal yang ingin aku rasakan sebelum nantinya aku menjadi seorang istri
yang Insya Allah baik untuk suamiku. Aku bukan sedang betah melajang Ma, akupun
sebenarnya ingin sekali menjadi seorang istri bagi pria yang menjadi pilihan
hatiku, tapi sekali lagi Ma, mungkin sekarang belum saatnya.
Mama tak perlu resah saat melihatku
melakukan apapun seorang diri. Percayalah, gadis kecilmu ini sudah tumbuh
menjadi wanita yang mandiri.
Gadis kecil yang dulu Mama nina bobo kan,
sekarang sudah menjadi seorang wanita mandiri. Dan aku yakin Mama tahu bahwa
aku belajar mandiri dari siapa., dari Mama. Mama selalu mengajarkan aku untuk
tidak bergantung dengan orang lain. Dan, seperti inilah aku yang sekarang. Bukan
aku tidak butuh orang lain Ma, tapi aku berusaha untuk tidak merepotkan orang
lain. Meskipun seperti itu, aku tidak lupa dengan kodratku sebagai seorang
wanita, aku masih tetap mendambakan seorang pria bertakwa dan bijaksana untuk
menjadi pelindungku.
Aku
tak pernah berhenti meminta kepada Tuhan untuk menyatukan aku dan calon suamiku
dalam sebuah mahligai rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan warohmah. Tapi
mungkin Tuhan masih menunggu waktu yang tepat untuk itu. Aku tidak akan memaksa
Tuhan, Ma. Kita semua yakin bahwa Tuhan tidak akan pernah salah.
Percayalah
Ma., suatu saat aku akan membawa pria pilihan hatiku yang akan menggantikan
tugasmu untuk menjagaku di hadapanmu, dan meminta restu Mama dan Papa.
Aku sudah berusaha Ma.., maka sekarang biarkan
tangan Tuhan yang bekerja.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar