Sebenarnya penjelasan yang lebih baik adalah karena aku sering kali
berubah pikiran. Semuanya menjadi absurd. Bukan ragu-ragu atau
plintat-plintut, tetapi karena memang itulah tabiat burukku sekarang,
berbagai paradoks itu. Bilang iya tetapi tidak. Bilang tidak, tetapi
iya. Terkadang iya dan tidak sudah tidak jelas lagi perbedaannya.
Mungkin bait-bait tulisan dari Tere Liye itu cukup jelas menggambarkan seperti apa aku akhir-akhir ini..,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar