Ayu

"Menulis itu indah, saat dapat menumpahkan setiap katanya berdasarkan alunan hati, bagiku....,,"

Kamis, 11 September 2014

Curhat Sahabat


Sore ini saya kedatangan seorang kawan lama yang membawa sekilo jeruk dan sekilo apel yang katanya sengaja dibawa untuk Ayah saya yang saat ini sedang sakit. Sayapun sedikit kaget dengan kedatangannya. Betapa tidak, sudah hampir tiga tahun semenjak proses wisuda itu kami tak lagi bertemu. Kami hanya berkomunikasi lewat bbm, itupun sangat jarang. Diapun tak mengatakan pada saya bahwa dia akan datang ke rumah. Seperti layaknya kawan lama, kami langsung ngobrol banyak hal mengenai masa lalu yang kini menjadi kenangan indah. Setelah bosan membicarakan masa lalu, obrolan kamipun beralih ke masa sekarang. Dia bercerita banyak hal yang dia alami selama ini. Saya tahu dia adalah seorang kawan yang baik dan perhatian. Dia bercerita bahwa selama ini dia bekerja di sebuah perusahaan yang cukup besar di kotanya, dia mempunyai banyak teman untuk diajak sekedar hang out atau menonton di bioskop atau hanya sekedar ngobrol di rumahnya. Sejak dulu saya mengenalnya, dia adalah seorang kawan yang royal, dan sepertinya sifat itu tak berubah sampai saat ini. Dia mengatakan selama ini dia mempunyai beberapa sahabat yang sangat dekat dengannya tapi kemudia sedikit demi sedikit mulai menjauh darinya. Sampai saat inipun dia mengaku tak mempunyai alasan yang pasti mengapa para sahabatnya itu yang dulu sering menghabiskan waktu bersama, sahabat yang dulu selalu berusaha dia perhatikan dan dia bantu saat mereka mendapat suatu kesukaran, kini tak lagi ada di sampingnya. Dia merasa mulai kehilangan sosok beberapa sahabat dekatnya itu. Kejadian itu mulai dia rasakan belum lama ini. Tepat di saat hidupnya sedang butuh motivasi dan support dari para sahabatnya itu. Dia hanya tinggal berdua bersama ibunya. Ayahnya sudah meninggal lima tahun lalu saat dia masih menyelesaikan kuliahnya. Dia adalah anak terakhir dari tiga bersaudara. Semua kakaknya sudah mempunyai rumah sendiri di luar kota. Suatu hari ibunya mengalami demam yang lumayan tinggi dan terpaksa tidak berangkat bekerja. Semakin hari sakit ibunya semakin parah tapi dia harus tetap berangkat bekerja, tapi anehnya para sahabatnya itu seperti tak peka dengan apa yang sedang dia alami. Semakin hari dia berubah menjadi seorang wanita yang pendiam hingga akhirnya berdampak buruk terhadap kinerjanya di perusahaan itu, dan diapun dipecat dari pekerjaan yang selama ini menghidupi dirinya dan ibunya. Yang membuat dirinya heran adalah kemana para sahabatnya kini yang dulu sering bersama-sama? Bahkan untuk sekedar curhat pun mereka seakan tak bisa. Di saat seperti inilah dia merasa para sahabatnya menjauh darinya. Entah apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka. Mendengar apa yang dialaminya pun aku sangat menyesal, mengapa selama ini aku tak tahu mengenai apa yang dia alami saat ini, mengapa setiap kali ngobrol di group bbm saya hanya mengajaknya bercanda tanpa menanyakan bagaimana kabarnya.., maafkan aku kawan. Sekarang engkau punya aku yang akan selalu bersedia menjadi tempat curhat dan berbagi keluh kesah yang engkau alami dalam hidupmu. Aku tahu betapa menyedihkannya saat kita mendapat masalah dan kesukaran hidup tapi tak ada seorangpun kawan yang di samping kita. Akupun merasakan apa yang kamu rasakan kawan. Semoga sekarang kita bisa saling menguatkan. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar