Ayu

"Menulis itu indah, saat dapat menumpahkan setiap katanya berdasarkan alunan hati, bagiku....,,"

Minggu, 23 November 2014

Tentang Mama..,


Suatu hari…
Dengan baju tidur yang melekat di badan, kursi memanjang diruang yang biasa tamu duduki, tatapannya begitu panjang, tapi terasa hampa…seolah begitu banyak yang berkecamuk dalam otak yang hanya sebesar kepalan tangan. Namun begitu besar harapan yang tumbuh memenuhi rongga dadanya… bahkan dunia pun tak sanggup menjadi virtual besarnya harapan yang sedang tumbuh… kutatap matanya yang sedari tadi berkaca-kaca…

Mama… dimana kau simpan harapan untuk mendapatkan cerahnya sinar matahari? Merasakan sejuknya embun menetes di segarnya pagi? Aku tak tau… meski jalan ini terasa amat lurus… tapi mengapa dalam tatapanmu terasa begitu hampa?

Sabarlah nak, meski tangan ini memiliki sepuluh jari, tapi mama akan kepalkan sekuat tenaga agar kau bisa menyelami ilmu dengan layak. Akan ku papah duniamu degan tekad, meski begitu lurus bagimu… namun tak usah kau tau betapa terjalnya jalan yang mama hadapi…

‘Tapi ma, mengapa kau hanya sendiri yang tau jalan itu… kenapa kau tak sertakan aku atau kakak ku atau papa atau bahkan saudara-sadaraku?’

Tak perlu… mama ingin agar kau dapat merasakan tenang dalam setiap kau meneguk ilmu… melahapnya dengan tanggung jawabmu… jadikanlah Doa ku sebagai nutrisi tubuhmu… agar kau kuat… mandiri dan tabah dengan segala keyakinanmu…

“Tapi ma…”

Sudahlah… jangan kau pesimis, buktikan kepadaku bahwa kau bisa menjalani semua dengan prestasi… mama ingin melihat betapa cantiknya dirimu dengan hiasan ilmu, mama ingin melihat betapa sehatnya dirimu dengan kemandirian… mama ingin menatap cerahnya sinar matahari dan sejuknya embun pagi saat kau sudah mampu berdiri dengan segala keyakinanmu… mama ingin dipeluk oleh kasih sayangmu setelah kau dapatkan apa yang kau inginkan…

Mata itu terus berkaca-kaca bahkan meneteskan airnya… kulihat keyakinannya begitu dalam… bahkan akupun belum sanggup untuk mampu menyelaminya… kulihat mama beranjak dari kursi untuk menuju kamarnya. Kemudian membaringkan tubuhnya dengan telungkup… aku hanya bisa terdiam… dan berjanji dalam hati bahwa akan segera kuajak mama untuk merasakan indahnya arti sebuah perjuangan….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar