Dan, jika suatu hari saya menikah, saya ingin menikah dengan
cara yang sederhana. Tidak ada pengeras suara yang biasa terdengar sampai ke
ujung desa. Sebuah pernikahan yang hanya dihadiri oleh kerabat dan sahabat
dekat. Tidak ada satu orang pun yang tidak saling mengenal, semuanya sudah
mengenal satu sama lain. Saya tidak perlu berdiri lama bersama sang suami di
atas pelaminan dengan make up tebal, kami duduk dan makan bersama di satu alas
tikar bersama mereka yang ikut berbahagia atas pernikahan kami.
Saya ingin menikah dengan dia yang tidak menjanjikan apapun
kepada saya, tetapi selalu berusaha sekuat tenaganya memberikan yang terbaik
untuk saya. Saya ingin menikah dengan dia yang tidak akan pernah mampu
melepaskan saya, semenyebalkan dan semanja apapun saya saat akan dan sedang
datang bulan. Saya ingin menikah dengan dia yang tidak akan pernah bosan
mendengar banyak mimpi dan khayalan konyol saya, dan tertawa bersama
setelahnya. Saya ingin menikah dengan dia yang tidak akan lelah menggenggam
untuk meyakinkan saya saat keadaan tengah sangat sulit. Saya ingin menikah
dengannya yang tanpanya saya tidak bisa menjadi baik-baik saja.
Saya sudah melewatkan satu dalam hidup saya. Semoga Tuhan
tidak marah dan masih bersedia memberikan satu lagi untuk saya. Kali ini saya
berjanji akan terus menjaganya.
semua tak sama, dan tak pernah sama
BalasHapus