Betapa tidak
profesionalnya saya hari ini, bahkan di sela-sela KBM di kelas X TKJ 1 saya masih
sempat menulis ini. Sebenarnya bukan masih sempat menulis tapi mungkin lebih
tepat saya sempat-sempatkan menulis ini. Para siswa saya beri tugas untuk
membuat sebuah dialog, menggunakan bahasa Inggris tentunya, yang harus mereka tampilkan minggu depan. Akhir-akhir
ini saya merasa sedang berada di titik terjenuh saya menjadi seorang guru. Tak
ada lagi semangat mengajar seperti dulu. Tak ada lagi keinginan untuk bertemu
dan berinteraksi dengan mereka, baik sebagai guru mata pelajaran ataupun
sebagai wakasis.
Sepertinya jenuh ini
benar-benar sedang mengkudeta hari-hariku saat ini (bahasa vickinisasi). Bertemu dengan orang-orang yang sama setiap
hari. Bingung bagaimana menjelaskannya secara rinci dan agar tak terjadi salah
pemahaman. Seperti ini, setiap hari saya bertemu dengan orang-orang cerdas tapi
obrolannya hanya itu-itu saja. Belum lagi bertemu dengan orang yang saat
berbicara lain di mulut lain di hati. Lalu bertemu dengan orang yang merasa
dirinya paling berkuasa dan terkesan bertindak seenaknya terhadap orang-orang
di bawahnya. Next, bertemu dengan dia yang mendiamkan saya hanya karena
laki-laki yang dia suka bersahabat dengan saya. Saya juga bertemu dengan orang
yang senang memberikan kritik beserta saran yang harus kita lakukan. Selanjutnya,
saya bertemu dengan orang yang hanya menerima gaji tapi kurang mau bertanggung jawab
terhadap tugasnya. “Eng, apakah dulu kamu sedikit banyak merasakan apa yang
saya rasakan ini saat kamu berada di posisi saya saat itu?”. Huft.., sepertinya
saya sedang mengeluh.
Dan sekarang saya ingat
dengan apa yang saya sampaikan beberapa hari lalu kepada Pak Aris, atasan saya
di Griya Belajar Sahabat. “Mengeluh itu hanya membuat masalah ataupun hidup terasa
semakin berat.” Jadi, mulai detik ini saya akan berusaha untuk tidak mengeluh
lagi. Lingkungan pekerjaan saya tak seburuk yang saya sampaikan di atas. Saya
bertemu dengan murid-murid saya yang tak pernah bisa ditebak akan berlaku
seperti apa saat di kelas. Saya bertemu dengan orang-orang yang selalu terlihat
bahagia walaupun mungkin hatinya sedang susah. Saya bertemu dengan orang-orang
yang bijaksana yang sering saya jadikan panutan. Saya bertemu dengan
orang-orang yang sangat tegar dalam menjalani hidup. Saya bertemu dengan
orang-orang yang sedang jatuh cinta dan tak pernah berani mengakuinya. Saya
bertemu dengan orang-orang yang sedang berjuang mencari siapa cinta sejatinya.
Dan saya bertemu dengan beberapa orang yang senasib dengan saya.
Oh God, ternyata hidup
saya itu sebanarnya sangat menyenangkan, hanya saja akhir-akhir ini saya salah
dalam memilih sisi dalam memandang hidup ini. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar