Malam ini dia berbicara
tentang kenangan. Lapangan tempat dulu dia bermain, bangunan tempat dulu dia
berpetak umpet, tempat dimana dia dulu sering mengagetkan ibunya dengan sengaja
untuk sekedar bercanda, rumah tempat dia tumbuh beranjak dewasa, kini telah
rata oleh tanah, hilang, selain kenangan. Perumahan di Asrama Pores Pesing
Kedoya telah digusur kemarin. Sungguh manis saat aku mencoba membayangkan
kenangan masa kecil yang dilaluinya. Sedikit berbeda dengan kenangan yang aku
punya di masa kecil. Padanya aku mengatakan bahwa akan berubah seperti apapun sebuah tempat, tak akan pernah bisa
sedikitpun merubah atau bahkan menghilangkan kenangan yang telah terjadi di
sana. Tak hanya tempat itu, tapi semuanya akan berubah, dengan caranya
masing-masing. Dan biarkan tangan Tuhan
yang bekerja. Kenangan akan tetap hidup selama kita mau mengenangnya.
Semakin lama kita hidup, akan semakin banyak kenangan yang kelak kita kenang.
Terkadang, tanpa kita sadari, setiap hari kita sedang membuat simpul-simpul kenangan
untuk masa depan. Dan, saat ini aku sedang berusaha menyimpan dengan rapi
setiap kenangan yang ada, agar kelak aku dapat mengenangnya dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar